Kamis, 01 November 2012

metabolisme glukosa pada Fungi


BAB II
PEMBAHASAN

A. CIRI- CIRI UMUM FUNGI
Kata jamur mungkin akan kita selalu kita maknai sebagai cendawan. Yaitu organisme yang pendek, seperti serbuk atau spons, tubuhnya berwarna- warni dan tumbuh di atas tanah seperti tumbuhan. Meskipun cendawan adalah organisme yang umum kita sebut sebagai jamur. Tetapi kata fungi mmemiliki makna yang lebih luas.
Fungi atau jamur didefinisikan sebagai kelompok organisme eukariotik, tidak berpindah- pindah tempat ( nonmotile ), bersifat uniseluler, memiliki dinding sel dari glukan, mannan, dan tidak berklorofil serta memproleh nutrient dengan cara menyerap senyawa organik, serta berkembang biak secara seksual maupun aseksual.
Jamur atau fungi memiliki beberapa sifat umum lainnya, yaitu hidup di tempat- tempat yang lembab, sedikit asam, dan tidak begitu banyak memerlukan cahaya matahari. Jamur tidak melakukan kegiatan fotosintesis sehingga hidupnya bersifat heterotrof. Jamur hidup dari senyawa- senyawa organik yang diabsorbsi dari organisme- organisme lain yang sudah mati.
Seperti halnya dengan mahluk hidup pada umumnya jamur juga memerlukan energi dan bahan-bahan untuk membangun tubuhnya (sintesa protoplasma dan bagian-bagian sel yang lain) yang disebut nutrien.  Untuk dapat menggunakan energi dari nutrien maka sel melakukan kegiatan yang menyebabkan terjadinya perubahan kimia dalam sel (metabolisme).  Metabolisme dibagi atas anabolisme/asimilasi (proses sintesa untuk membentuk bahan protoplasma dan bagian sel lain) dan katabolisme/disimilasi (proses perombakan bahan makanan menjadi bahan lebih sederhana disertai pelepasan energi).
Mikroorganisme banyak jenisnya, berbeda-beda sifat fisiologisnya sehingga kebutuhan nutrisinya juga berbeda.  Namun demikian susunan kimia sel untuk semua sel relatif sama, dimana kandungan air yang lebih banyak di bandingkan senyawa- senyawa lain.

B. STRUKTUR TUBUH JAMUR
Struktur tubuh jamur secara umum sebagai berikut :
1. Bentuk tubuhnya bervariasi ada yang bulat, bulat telur, atau memenjang.
2. selnya ada yang uniseluler ( tunggal ) misalnya Saccharomiyces dan ada yang multiseluler ( bersel banyak ) yang membentuk filament atau benang misalnya Nectria cinnabarina
3. jamur bersifat eukariotik, artinya inti sel telah di bungkus inti. Di dalam selnya terdapat sitoplasma dan inti yang kecil. Vakuola sentral tidak memiliki kloroplas dan amilum, tetapi memiliki butir- butir lemak atau glikogen.
4. pada jamur bersel banyak terdapat deretan sel yang membentuk benang yang disebut hifa. Hifa pada jamur bersifat parasit dan biasanya mengalami modifikasi menjadi Haustoria yaitu yang merupakan organ menyerap makanan dari substrat
5. Miselium merupakan tempat pembentukan spora dan berfungsi sebagai alat reproduksi serta alat untuk mendapatkan makanan.

B. METABOLISME GLUKOSA
                             Metabolisme merupakan seluruh proses kimiayang terjadi di dalam tubuh organism hidup untuk memproleh dan menggunakan energy sehingga organisme dapat melaksanakan berbagai fungsi hidup.
                    Pada jamur (kapang) jika substrat berbentuk glukosa maka akan masuk ke dalam sel melalui difusi sederhana, dan jika substrat dalam bentuk polimer seperti selulosa, kitin, ataupun lignin, maka terlebih dahulu akan dihidrolisis oleh enzim ekstraseluler (selulase, kitinase dan lignase). Fungi mempunyai kemepuan untuk tumbuh pada berbagai substrat dan lingkungan yang berbeda. Metabolisme merupakan seluruh proses kimiayang terjadi di dalam tubuh organism hidup untuk memproleh dan menggunakan energy sehingga organisme dapat melaksanakan berbagai fungsi hidup.
Ada dua jalur utama metabolisme pemecahan glukosa
1.    Jalur Embden- Meyerhof ( EM )
2.    Jalur pentosa- phosphat ( PP )

Kedua jalur ini mempunyai produk hasil akhir yang sama yaitu gliseraldehid 3- fosfat, namun kedua jalur itu digunakan untuk keperluan yang berbeda. Jalur EM merupakan jalur utama untuk menghasilkan energi sementara jalur PP adalah untuk menghasilkan senyawa intermediet ribose-5-fosfat untuk sintesis asam- asam nukleat dan eritrose-4- fosfat untuk sintesis asam amino lainnya.
Hasil dari metabolisme glukosa ini adalah prekursor metabolik dan energi yang akan digunakan untuk proses biosintesis dan polimerisasi dan selanjutnya digunakan dalam sintesis sel. Pada jamur polimerisasi akan menghasilkan lipid, lipopolisakarida, glikogen, kitin, selulosa, protein, RNA dan DNA, yang kemudian digunakan untuk sintesis sel, sehingga terbentuk dinding sel dan seluruh struktur penyusun tubuh fungi.
Fungi juga sering sekali menemui suatu keadaan dimana jumlah oksigen yang tersedia sangat kecil dan hal ini dapat mengakibatkan hambatan serius pada batasan jalur- jalur penghasil energi. Tidak adanya oksigen ( tidak ada terminal electron ) yang menyebabkan jalur EM dan teranspor electron tidak berfungsi karena piruvat sudah dirubah ke bentuk produk yang lain. Tetapi jalur EM masih bisa berlangsung dan etanol atau asam laktat akan dilepas ke media yang ada di sekitarnya. Sebagian besar yeast atau fungi bermiselium.
Dalam terminology biokimia, cara penghasilan energy secara anaerobik dengan menggunakan substansi.
Energy yang terdapat pada fungi juga bias diproleh dari substrat nongula



       BAB III
 PENUTUP
 A. KESIMPULAN
Fungi merupakan organisme eukariotik yang bersifat uniseluler, fungi memiliki dinding sel yang tersusun dari glukan, mannan, dan tidak berklorofil serta memproleh nutrient dengan cara menyerap senyawa organik, serta berkembang biak secara seksual maupun aseksual. Jamur atau fungi memiliki beberapa sifat umum lainnya, yaitu hidup di tempat- tempat yang lembab, sedikit asam, dan tidak begitu banyak memerlukan cahaya matahari. Jamur tidak melakukan kegiatan fotosintesis sehingga hidupnya bersifat heterotrof. Jamur hidup dari senyawa- senyawa organik yang diabsorbsi dari organisme- organisme lain yang sudah mati. Jamur juga melakukan metabolisme untuk keberlangsungan hidupnya, hasil dari metabolisme glukosa ini adalah prekursor metabolik dan energi yang akan digunakan untuk proses biosintesis dan polimerisasi dan selanjutnya digunakan dalam sintesis sel. Pada jamur polimerisasi akan menghasilkan lipid, lipopolisakarida, glikogen, kitin, selulosa, protein, RNA dan DNA, yang kemudian digunakan untuk sintesis sel, sehingga terbentuk dinding sel, membran sel, sitosol. organel-organel sel, ribosom, dan kromosom.


BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
Kata jamur mungkin akan kita selalu kita maknai sebagai cendawan. Yaitu organisme yang pendek, seperti serbuk atau spons, tubuhnya berwarna- warni dan tumbuh di atas tanah seperti tumbuhan. Meskipun cendawan adalah organisme yang umum kita sebut sebagai jamur. Tetapi kata fungi mmemiliki makna yang lebih luas. Metabolisme merupakan seluruh proses kimia yang terjadi di dalam tubuh organisme hidup untuk memproleh dan menggunakan energy sehingga organisme dapat melaksanakan berbagai fungsi hidup. Dan pada prisipnya jamur sama seperti mahluk hidup yang lainnya yaitu melakukan metabolisme untuk keberlangsungan hidupnya
B. RUMUSAN MASALAH
                   Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah :
                   1. Bagaimana cirri- ciri fungi secara umum ?
                    2. Bagaimana stuktur tubuh fungi ?
3. bagaimana metabolisme glukosa pada fungi?

C. TUJUAN
                   1. Mengetahui ciri- ciri jamur secara umum.
2. mengetahui struktur tubuh fungi  
                   3. mengetahui alur metabolisme glukosa pada fungi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar